| Home | Stakeholder | Forum Tanya Jawab | Link | Publikasi | Kontak |
Profil Dinas Perkebunan Perkembangan Perkebunan Komoditi Unggulan Informasi Harga Berita & Agenda Info Bisnis
|
| Komoditi Unggulan › Kakao |
Kakao
Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara. Di Jawa Timur, komoditi kakao merupakan komoditi strtegis untuk mengangkat martabat masyarakat dengan meningkatkan pendapatan petani perkebunan dan tumbuhnya sentra ekonomi regional. Komoditi kakao dikembangkan pada Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PTPN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS). Areal kakao di Jawa Timur pada tahun 2010 seluas 54.007 Ha terbagi atas 23.634 Ha Perkebunan Rakyat, 26.480 Ha PTPN, dan 4.543 Ha PBS. Berikut ini data perkembangan areal, produksi dan produktivitas komoditi kakao di Jawa Timur dalam kurun waktu 2006- 2010 :
Sentra pertanaman kakao pada Perkebunan Rakyat di Jawa Timur seluas 23.634 Ha terbagi atas Kabupaten Madiun 3.852 Ha, Pacitan 3.619 Ha, Trenggalek 3.093 Ha, Blitar 2.544 Ha, serta 18 kabupaten lain di Jawa Timur seperti Ponorogo, Malang dan lain - lain. Produksi kakao pada Perkebunan Rakyat sebesar 5.877 Ton, dengan produktivitas rata-rata 795 kg/ha/tahun biji kering. Kondisi tanaman kakao yang tua/rusak (TT/TR) seluas 870 Ha, tanaman belum menghasilkan (TBM) seluas 15.375 Ha, dan Tanaman menghasilkan (TM) seluas 7.389 Ha. Dari kondisi tersebut maka ada harapan yang menarik untuk produksi kakao di Jawa Timur dengan tersedianya tanaman yang menghasilkan. Guna meningkatkan kembali produktivitas kakao di Jawa Timur maka sampai tahun 2010 masih terus dilaksanakan kegiatan pengembangan, rehabilitasi, dan intensifikasi kakao. Hal ini juga untuk memberikan peluang kesempatan kerja bagi petani melalui upaya pembibitan yang dilakukannya, dengan benih dan polybag, upah tenaga kerja serta pupuk kandang yang dibantu provinsi. Pengerjaan pembibitan tersebut dilakukan petani (miskin) di sekitar sentra pengembangan. Kegiatan intensifikasi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani kakao di Jawa Timur. Di lain pihak kegiatan rehabilitasi tanaman dilakukan untuk memperbaiki tanaman yang tua/rusak, serta kegiatan pengembangan untuk menumbuhkan sentra kakao baru di Jawa Timur. Kegiatan pengembangan kakao ini sangat diminati masyarakat karena harga komoditi yang dalam lima tahun ini relatif stabil, tidak dikenal musim berbuah serta teknik budidaya kakao yang relatif mudah dan memerlukan naungan sehingga oleh petani banyak ditanam di antara pertanaman yang telah ada sebelumnya. |
![]()
Daftar lengkap Nama dan Alamat PT. Perkebunan Negara, PT. Swasta dan Balai Penelitian
![]()
Luas areal tanaman perkebunan di Jawa Timur tahun 2010 secara keseluruhan mencapai 984.090 Ha, meningkat sebesar 0,32 %
![]()
Tiga Kerangka Program Kerja dan ruang lingkup kegiatan yang direncanakan Dinas Perkebunan Jatim
Zona Komoditi Perkebunan
Informasi Perkebunan bagi masyarakat dan petani perkebunan di Jawa Timur pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, disajikan lengkap pada fitur Zona Komoditi Perkebunan
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Dinas Perkebunan Jawa Timur Jl. Gayung Kebonsari No. 171 Surabaya 60235 Jawa Timur – Indonesia Telp. 031 829 1990 - Fax. 031 828 1767 Website : www.disbunjatim.go.id e-Mail : info@disbunjatim.go.id |
| Copyright © 2011 Dinas Perkebunan Jawa Timur. All rights reserved |